RSS

panda.. panda.. panda..

pertama.. pilih-pilih baju.. *apa pake baju pink ato kuning ato merah?*

tao

Terus pasang jas..setelah pilih-pilih baju hampir sejam.. *okay gw emang cakep*

taooo

Terus melamun di depan 30 menit.. mikir kenapa aku sampai secakep ini… aku salah apa sampai secakep ini..

taoo

Terus jalan keluar dorm… nemu sasaeng fans.. langsung hentiin waktu supaya ada waktu buat ngacir tp sebelumnya kasi lah pelajaran wushu ama sansaeng fansnya..

taoooo

Terus.. ternyataaa.. itu bukan sasaeng fans.. tapi itu… bos SME..

dan hwang zitao langsung…

tao1

dan makin ngeluarin air mata buaya supaya boneka pandanya ga diambil bos besar..

tao11

Hahahaaa.. but hwang zitao is georgeous as always even when its time for him to cry…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 20, 2014 in korean

 

Tag: ,

Yoohun hate love story.. part 3

kebetulan.. ya.. semua hanya kebetulan yang akhirnya menjadi nyata.

Capturepic source deviantart yunaart

Pukul duabelas siang tepat, matahari sudah berada tepat diatas apartemen sedangkan Yoochun masih terlelap didalam selimutnya yang tebal. Benda mati disamping kiri badannya sedari tadi selalu berbunyi entah sudah berapa ratus kali benda mati itu berteriak.

Ne—” ucap Yoochun setengah sadar.

Arraseo Hyung, satu jam lagi aku kesana,”

“Eh? Aniyo… Aku tidak ke club tadi malam.  Ne—”

sesaat ia melihat nama yang tertulis dilayar, Yoochun memiringkan kepala berusaha mengingat sesuatu yang ia lupakan. Dan saat semua kesadarannya sudah terkumpul Yoochun langsung meloncat dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi.

“Kau tau kenapa kau begitu tampan?” tanyanya pada cermin yang memantulkan lukisan wajahnya. “Semua wanita pasti dengan mudahnya jatuh dalam pesonamu Yoochun-a!”

Pandangan matanya lalu tertuju pada ruam merah disekitar pipinya. Ingatannya kembali berputar pada saat ia masih berada di club tadi malam.

“Kehadiranmu disini membuat udara jadi sesak, apa lagi harus melihatmu dari dekat, so please get loss,” ucapnya pada Hana dan dengan sukses membuat Hana jadi kalap menamparnya dan setelah itu Hana menangis membuat suasana pesta jadi hening sesaat. Sedangkan Changmin dan Jiyoung yang ada disampingnya hanya diam tanpa suara saking terkejutnya. Jari-jari tangannya memegang ruam merah tersebut dan dia sedikit meringis menahan sakit.

“Tamparannya sakit juga. Ahhh wanita sumber masalah,” ucap Yoochun lalu beranjak mengambil handuk.

###

Yoochun dan Changmin serta beberapa staf produksi yang lain duduk diam sambil mendengarkan penjelasan yang sangat berapi-api dari Sihoo. Sihoo sangat ekspresif menjelaskan alur adegan demi adegan yang ada didalam otaknya. Staf yang lain terlihat sangat semangat sedangkan Yoochun dan Changmin sedari tadi hanya diam dan terkesan tidak memperhatikan.

Memang ada kesamaan antara Yoochun dan Changmin, mereka berdua sama-sama benci dengan genre film yang akan mereka buat sekarang ini. Mereka berdua memang membenci semua hal yang berbau cinta tapi Changmin tidak seekstrim Yoochun.

“Astaga tamparan semalam meninggalkan bekas,” ucap Changmin sambil berbisik lalu tersenyum sinis. “Aku tidak habis pikir dengan kelakuanmu. Entah sudah berapa wanita yang kau buat menangis gara-gara kata-katamu yang pedas,”

“Kau berisik sekali Changmin-ah. Tidak bisakah kau diam untuk sesaat?’

“Coba kau lihat bekasnya kelihatan sekali. Lain kali kalau bicara di rem sedikit,” sahut Changmin terkekeh tidak memperdulikan tatapan sinis dari Yoochun.

“Sepertinya diskusi kalian berdua sangat menyenangkan,” ucap Sihoo tiba-tiba sudah berada diantara mereka berdua. “Ahh… mukamu Yoochun-ya apa kau kena masalah lagi tadi malam di club?”

“Biasa Hyung sedikit kata-kata nasihat dari mulutnya membuat seorang wanita kalap tadi malam,” ejek Changmin.

“Kelakuan kekanak-kanakannya tetap tidak berubah dari dulu Changmin-ah,” ucap Sihoo menatap Yoochun sinis.

Yoochun memendarkan pandangannya keseluruh ruangan, tampak tidak ada satupun lagi staf yang kelihatan.

Sihoo menarik kursi disamping Yoochun. “Dan sekarang wanita mana lagi?”

“Hana,” ucap Yoochun pelan, ia merasa kalau dia akan kalah kalau harus beradu argumen dengan kedua orang disampingnya ini.

“Hmm…” Sihoo terlihat berpikir keras. “Aku harap kau tidak bermasalah dengan advertising director kita yang baru,”

Yeoja?” tanya Changmin bersemangat karena tumben sekali Park Sihoo mempekerjakan perempuan diperusahaannya.

Sihoo mengangguk cepat. “Dia lulusan Tokyo University namanya Yeori. Kim Yeori,”

Yeppo?” tanya Changmin lagi membuat Yoochun menatapnya sinis.

Yeori? Nama yang sangat biasa dan tidak ada yang spesialnya dari nama gadis itu pikir Yoochun.

“Ahh— itu dia, Yeori-ssi,” ucap Sihoo sambil melambaikan tangan.

Gadis itu memasuki ruangan dengan langkah yang anggun. Badannya yang seksi tidak terlalu kurus maupun terlalu berisi. Gadis itu memakai baju terusan berwarna merah dengan tas yang berwarna senada dan ada setangkai bunga tulip berwarna putih di sela tasnya yang berwarna merah. Rambutnya tergerai sebahu dan berwarna hitam pekat. Sepertinya Yoochun pernah melihatnya, tapi dia lupa.

Yoochun mengalihkan pandangannya kearah Changmin yang dari tadi diam tidak mengatakan apa-apa saat melihat gadis itu memasuki ruangan. Changmin hanya menatap gadis itu dengan ekspresi muka yang sulit diungkapkan.

Annyeong haseyo, jeoneun Yeoriimnida,” ucapnya sambil menunduk lalu mengangkat wajah menatap Changmin, Sihoo dan saat ia menatap Yoochun. Mereka berdua saling melihat wajah satu sama lain.

“Kau!!!” teriak Yoochun dan Yeori bersama-sama.

###

Playboy? i am sory.. but yes Yoochun-ah.. kekekee..

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 19, 2014 in My Story

 

Tag: ,

Yoochun hate love story.. part 2

Cinta hanyalah maya, cinta itu tidak nyata

Capture

 Pic source Deviantart YunaArt

Park Yoochun menatap sinis sepasang kekasih yang sedang jalan berdua didepannya. Dia memohon dalam hati agar hubungan kekasih itu segera berakhir. Segera-berakhir-selamanya. Cinta hanyalah maya, cinta itu tidak nyata.

Sesampainya disebuah production house ia mengetuk pintu kayu, lalu menundukkan kepalanya memberi hormat.

Annyeong hasimnikka Hyung. Ada apa pagi-pagi sudah menghubungiku,”

“Ah.. Yoochun-ya kau sudah datang? Aniyo.. Tidak ada yang penting aku hanya ingin membahas film terbaru yang ingin ku buat,”

Yoochun hanya mengangguk lalu menarik kursi untuk menyandarkan punggungnya.

“Bagaimana kesanmu dengan film yang kau tonton kemarin?” tanya Park Sihoo, direktur dari production house tempat Yoochun bekerja.

Pertanyaan itu membuat Yoochun gelagapan karena seperti biasa film romantis tidak termasuk dalam list otaknya. “Filmnya bagus. Sangat menyentuh,” ucap Yoochun berbohong. Padahal pada kenyataannya kemarin malam dia hanya sibuk mengejar gadis berbaju merah itu.

“Sepertinya tidak salah aku memilihmu untuk berdiskusi tentang film romantis kita selanjutnya,” ucap Sihoo mantap.

Yoochun menelan ludah. “Romantis? Lagi?”

“Kenapa? Kau mau protes?” tanya Hyungnya dengan tatapan sinis.

“Aniyo, genre romantis sedang tren saat ini. It’s nice choice Hyung” ucap Yoochun menundukan wajah. Sial, selalu saja genre yang seperti itu apa Hyung tidak punya ide lain? Umpat Yoochun dalam hati.

“Baiklah, besok kita bahas lebih mendetail dengan anggota tim yang lain sekarang kau boleh keluar,” ucap Sihoo sudah kembali sibuk dengan laptopnya.

 ###

Yoochun menghempaskan semua dokumen yang sedang dibawanya diatas meja, membuat teman dimeja sebelahnya hampir saja melompat.

“Lagi-lagi romantiskan?” tanya Changmin tersenyum sinis. “Hyung-mu memang sudah tidak punya ide yang lain. Dia sudah mati ide,”

Yoochun menggaruk-garuk kepalanya. “Hahhh— terserah dia saja Changmin-ah,”

“Kau sedang bosan? Bagaimana kalau kita ke club saja? Kudengar Hana lagi ngadain party gila-gilaan disana,” saran Changmin tersenyum nakal.

“Hana?” sahut Yoochun, pikirannya melayang kesosok gadis cantik berambut pirang, yang sering berpakaian minim itu. “Sepertinya menyenangkan, kajja Changmin-ah,”

 ###

Yoochun duduk santai seraya menyandarkan punggungnya kesofa empuk, sambil meneguk segelas wine yang baru saja diantarkan oleh pelayan, dia melihat Changmin yang sedang asik dikelilingi beberapa gadis, tampaknya gadis-gadis itu sudah terjerat oleh rayuannya, tanpa sadar Yoochun tersenyum sinis. Wanita kenapa mudah sekali diperdaya? Batin Yoochun kembali meneguk wine ditangan.

Bola lampu yang kelap kelip disertai musik nyaring yang mengentak-hentak gendang telinga membuat Yoochun tetap terjaga. Dia lupa sudah berapa gelas wine yang sudah dia habiskan.

Hyung! Tumben kau diam saja? Lagi badmood sepertinya?” sapa Jiyoung tiba-tiba sudah duduk disampingnya.

“Biasa urusan kantor. Bikin moodnya naik turun Jiyoung-ah,” ejek Changmin lalu kembali memesan beberapa botol wine.

“Ooohh… I see,” ucap Jiyoung. “Hyung kau lihat gadis yang dipojok sana? Dari tadi dia melihat kearah sini terus,”

“Berani taruhan? Dalam hitungan 10 dia akan menuju kesini,” ucap Changmin.

“Taruhan? Yang kalah harus membayar makan dan minuman semua orang yang ada disini. Apa kau berani Hyung?” tantang Jiyoung menanggapi ucapan Changmin.

Yoochun terkekeh pelan melihat kedua teman baiknya ini, yang selalu sibuk dengan urusan wanita. “Apa perlu aku maju dan menanyakan alamat rumahnya? Dan kalau aku berhasil kalian berdua harus menari tanpa baju ditengah situ,” ucap Yoochun mulai tertarik membuat Changmin dan Jiyoung menelan ludah lalu senyumnya sirna ketika melihat Hana yang sedang berjalan menuju kearah mereka sekarang.

Park Hana langsung duduk diatas meja tepat didepan muka Yoochun. “Yoochun Oppa, kulihat kau selalu minum sendirian. Apa pestanya terlalu membosankan?”

Aniyo nuna, pestanya sangat menyenangkan,” sahut Jiyoung cepat.

Yoochun langsung menyipitkan matanya menatap Jiyoung. Anak ini sempat-sempatnya cari muka disini, kalau sudah menyangkut Hana, Jiyoung langsung gila. Dasar bocah labil! batin Yoochun seraya mulai menengak wine langsung dari botol.

“Kehadiranmu disini membuat udara jadi sesak, apa lagi harus melihatmu dari dekat, so please get loss,” ucap Yoochun sambil mengkibas-kibas kan tangannya kearah Hana.

###

Playboy? yeesss he is… hahaa..

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 19, 2014 in My Story

 

Tag: ,

Yoochun hate love story

Gambar(pic source : deviantart by Yuna Art)

 

Apa kau tau artinya cinta? Sepasang kekasih jalan berdua belum berarti mereka saling mencintai.Dan Park Yoochun termasuk dalam jenis orang yang membenci cinta. Cinta baginya hanyalah permainan yang setiap saat selalu berganti kalau dia merasa bosan. Cinta sejati itu tidak ada.

Sekarang dia dipaksa bosnya untuk menonton sebuah film romantis yang mana ia sangat benci dengan segala hal yang berhubungan dengan keromantisan karena keromantisan pasti berhubungan dengan cinta dan hal itu membuatnya muak. Cinta itu memuakkan hanya orang bodoh yang ingin jatuh cinta.

Dengan langkah kaki yang terkesan diseret dia berjalan memasuki bioskop yang sudah gelap dan penuh dengan orang-orang. Apa bagusnya, film ini hanya berisi tentang cerita yang memuakkan. Bagaimana mungkin mereka menghabiskan uangnya untuk menonton film yang tidak penting seperti ini. Umpatnya dalam hati lalu menggeleng-gelengkan kepala.

Yoochun menatap tiket bioskop ditangan lalu mencari-cari tempat duduk yang kosong, tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang gadis cantik yang memakai baju merah dengan rambut hitam tergerai sebahu. Gadis itu duduk tenang sambil menatap lurus layar didepan. Dengan sekejap mata Yoochun sudah duduk disamping gadis tersebut.

“Hai,” sapa Yoochun memasang senyuman andalannya yang dia rasa akan menaklukkan seluruh wanita yang melihatnya.

Gadis itu menatapnya sesaat, tersenyum lalu mengangguk. Dan gadis itu kembali menatap layar didepan.

Sial, dia tidak merespon batin Yoochun. “Kau sendirian?” tanyanya lagi kembali memamerkan senyum andalannya. Cepat jatuh! Ucapnya dalam hati.

Dan gadis itu diam mengacuhkannya sambil tetap menatap layar didepan membuat Yoochun ikut diam.

“Apa kau suka film dengan genre romantis?” tanya Yoochun lagi-lagi tersenyum, kali ini dia merasa menemukan mainan baru yang membuatnya penasaran.

Gadis berbaju merah itu menatapnya sesaat lalu tersenyum langsung mengangguk. “Ne,” ucapnya singkat kembali mengalihkan pandangannya kedepan.

Ucapan singkat dari gadis itu membuat Yoochun makin bersemangat untuk menggoda. “Apa kau sendirian saja? Apa kau tidak merasa kasihan dengan dirimu sendiri? Kau wanita dan menonton sendirian? Aku sungguh merasa kasihan dengan dirimu,” ucap Yoochun frontal membuat gadis berbaju merah itu langsung berdiri dari kursi lalu beranjak meninggalkannya.

Gadis itu berjalan cepat menyusuri lobi sementara Yoochun mengejarnya. “Mian aku tidak bermaksud untuk menyinggung…mu” ucap Yoochun tercekat karena tiba-tiba gadis itu berhenti dan menatapnya dengan tatapan menusuk.

“Apa perdulimu aku mau nonton sendiri atau dengan teman? Apa perdulimu aku suka film romantis atau tidak? Please tinggalkan aku sendiri, freak!!!” ucap gadis itu dengan mata nanar, dia sepertinya ingin menangis.

Yoochun hanya melonggo ditengah lobi menatap gadis itu berlari semakin jauh dari jangkauan matanya.

“Apa aku terlalu berlebihan?” Ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

–@@@–

 

show me… your love..

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2014 in My Story

 

Tag: ,

Friend is..

image

Friendship is when your friend cry, u will definitely cry too..
Friendship is when someone hurt u, soo ur friend will take care thats person. Hahaa..

~~~★★★~~~

Seoul terasa lebih dingin dari biasanya. Memang ini saatnya musim dingin, tapi tahun ini terasa lebih dingin. Dia merapatkan coatnya berusaha menghalau dingin yang semakin menggila.
Dia mengadahkan tangan kanan berusaha menangkap titik salju yang turun, lalu tersenyum. “Setiap ciptaan tuhan pasti ada manfaatnya, semua diciptakan untuk suatu alasan kaupun begitu kan mr salju?” ucapnya. “Hmmm.. bergeron findesen process yak, ne majayo. Definitely Riyeon-a”
Dia lalu kembali melanjutkan langkahnya ke Universitas Toho. Tempatnya menuntut ilmu, lebih tepatnya ilmu meteorologi. Ilmu yang membuatnya makin hari semakin berbicara tentang cuaca layaknya dosen. Sok tau. Yaa dia gadis yang selalu ingin tau dan sedikit sok tau.

~~~★★★~~~

Hiyeon menutup muka dengan tangan kirinya, ingin rasanya dia menamparkan buku harry potter yang ada didalam ranselnya kekepala gadis yang sedang berbicara didepannya.
Do you know unnie. Salju terbentuk dari proses kristal es atau bisa di sebut proses bergeron. Ahh.. berbicara tentang salju aku jadi ingin tau caranya Mr Shim membuat patbingsu didepan kampus.” ucapnya seraya tersenyum memasang ekpresi tak bersalah.
“Riyeon-a apa kau sudah menyelesaikan proposal tugas akhirmu?” Uucap hiyeon mencoba sabar
“Ahhh.. di musim dingin seperti sekarang pasti jualan Mr Shin kurang laku unnie. Kasihan.”
“kau tau kan deadline proposalnya akhir bulan ini?” Ucap Hiyeon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ingin rasanya dia mengaruk temannya ini.
“Kau liat unnie. Tokonya sepi sekali. Ahh siapa suruh Mr Shim memilih menu patbingsu yak di musim dingin” riyeon lalu beranjak dari kursinya. “sunyi sekali loh. Kasihan”
“Proposal.. proposal..” ucap Hiyeon sengaja memberikan penekanan di kata proposal. “Kalau sampai tanggal 28 masih belum dkumpul kemungkinan akan di nilai C”
“Iya kah?” ucap Riyeon santai dan dia masih terpaku dengan toko Mr Shin. “Aahh.. ada yang beli patbingsu
“Terus kamu akan setiap hati di telpon atau di sms dosen pembimbingmu”
“Ahh.. masa?” Riyeon makin memicingkan matanya melihat toko di seberang jalan.
Hiyeon makin ekstrim menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ini adalah alasan terakhir. Ayoook berhasil Hiyeon membatin “liburanmu akan terpotong loh”
Liburan-akan-terpotong sukses membuat Riyeon melirik. Kena kau! Sorai Hiyeon dalam hati.
Unnie tiba-tiba aku ingin lanjut menulis. Mian.”
Libur. Intinya hanya libur. Ahh Kim Riyeon kau sangat mudah dibodohi batin hiyeon sambil tertawa kecil menatap punggung gadis berjilbab pink yang sudah menghilang dibalik pintu. “Mungkin aku terlalu kasar berbohongnya. Tapi biarlah” Hiyeon lalu beranjak menuju kelas Yesung di gedung seberang.

~~~★★★~~~

“Kau tau unnie. Cinta itu seperti awan. Dia akan tumbuh kalau ada sumber energinya” tulis Riyeon via pesan bbm. Jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi lewat 25 menit. “Apa kau tidak penasaran energinya itu apa?”
.
..

….
…..
“Ping..! Ping..! Ping..!” Belum ada balasan.
“Ping..! Ping..! Ping..!” Belum ada balasan juga.
“Ping..! Ping..! Ping..!” 5 menit belum ada balasan juga.
Yaa!!! Wake up already” tulis Riyeon penuh dengan emoticon marah.
“Ping..! Ping..! Ping..!” Belum ada balasan.
“Ping..! Ping..! Ping..!” Belum ada balasan juga.
“Ping..! Ping..! Ping..!” 15 menit belum ada balasan juga.
“Ping..! Ping..! Ping..!”
“Ping..! Ping..! Ping..!”
“Ping..! Ping..! Ping..!”
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya Kim Riyeon terlelap sambil tetap memegang handphonenya.
Keesokan harinya pesan itu berbalas. Di balas dengan pesan penuh hawa membunuh. Bahkan nyamuk pun bisa mati kalau melihat pesan itu.
Kim Riyeon langsung memutuskan untuk membolos kuliah hari ini.

~~~★★★~~~

danke for u unnie.. u always nice to mee.. hehee..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2014 in My Story

 

Love is… Part 5

”Kau benar-benar gila. Apa perlu aku memeriksakan otakmu itu ke psikiater terdekat? Aku kenal beberapa dokter yang dengan senang hati akan membantu,” teriak Riyeon bergegas masuk lalu melepaskan sepasang sepatu flat-nya yang berwarna putih di ruang tamu apartemen Sora.

”Sepertinya perlu terserah kau saja,” jawab Sora mengacuhkannya lalu merebahkan dirinya dibantal busa didepan televisi.

”Dan sekarang kau melucu. Hal ini benar-benar tidak lucu,” jawab Riyeon langsung mematikan televisi.

Sora makin tertawa. ”Kau sebenarnya kenapa?”

”Harusnya aku yang bertanya. Kau yang kenapa!” terdengar nada bicara Riyeon sedikit meninggi.

”Kau lagi ada masalah dengan Jaejoong oppa?”’ tanya Sora menyelidik. ”’Atau kau punya masalah lain? Dari tadi kau cuma berteriak dan berteriak,”

”Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bertemu dia lagi?” tanya Riyeon sambil bersandar didepan televisi.

”Kau tau dari mana? Ahh jangan bilang kau menyewa beberapa detektif untuk mengamatiku setiap hari,” ucap Sora tertawa. ”Atau kau menyewa beberapa paparatsi untuk memotret setiap kegiatanku,”

”Jaejoong oppa yang memberitahuku, apa kau lupa kalau mereka berdua itu berteman baik?” Kata Riyeon dengan nada bicara yang sudah normal, lalu dia melipat kedua tangannya didepan dada sambil tetap bersandar dilayar televisi. ”Lalu kenapa dia kembali menemuimu? Jangan bilang kau kembali jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya. Jangan bilang kau mulai tertarik padanya,”

Nothing special, dia hanya menanyakan kabarku, lalu menceritakan kegiatannya sekarang, lalu menanyakan kegiatanku. Itu saja” jawab Sora bangun dari bantalnya lalu berjalan menuju dapur. “Hei kau mau minum apa?”

Green tea” sahut Riyeon cepat. “Aku tidak habis pikir, kenapa kau masih saja mau menemuinya, apa kau mau kembali menjadi mayat hidup yang berjalan dipinggir jalan seperti dulu? Apa kau tidak bisa menghentikan perasaanmu? Obsesimu ini hanya akan membuat hatimu sakit dan kau tau itu!”

Sora kembali dengan nampan yang penuh dengan makanan. “Riyeon-a sudah tiga tahun aku selalu menghindarinya, aku rasa sudah saatnya aku berani untuk memulai hubungan lagi dengannya sebagai teman, tidak lebih.”

“Aku harap kali ini pilihanmu benar. Karena kau lah yang akan menjalaninya,” ucap Riyeon langsung menyambar green tea dinampan. “Oiya gimana kabar teman barumu, siapa tadi namanya?”

“Kyu? Cho Kyuhyun?” jawab Sora hampir tersedak, ia tidak pernah menyangka temannya akan bertanya seperti ini.

“Hei, kenapa mukamu memerah?” tanya Riyeon menyikut lengan Sora. “Apa terjadi sesuatu yang wah saat aku di Italia?”

Muka Sora makin memerah, dia langsung menggeleng cepat. “Nothing special. Kita hanya teman”

kata-kata Sora membuat Riyeon semakin bersemangat untuk menggodanya. “Nothing special? Seperti bukan dirimu saja,” sahut Riyeon.

Pernyataan yang dilempar Riyeon membuat Sora makin tersipu. “Astaga, kenapa cuaca panas sekali,”

“Tidak ada yang salah dengan cuaca,” ucap Riyeon menatap Sora. “Atau kau merasa kepanasan gara-gara terlalu malu untuk mengakui kalau kau mulai tertarik padanya?”

Omona! Lagi-lagi kau dengan seenaknya menarik kesimpulan semaumu, seharusnya kau mengambil kuliah jurusan psikologi daripada jurusan desain. Psikologi manusia lebih cocok dengan karakteristik otakmu,” ucap Sora seraya melempar bantal busa tepat kemuka Riyeon, dan Riyeon tidak mau kalah langsung kembali melempar bantal tersebut terus menerus sampai mereka berdua berbaring di ruang tamu karena kelelahan.

“Aku berani jamin seratus persen, kau pasti mulai menyukai Mr. Cho ini. Kau kan mudah sekali jatuh cinta,” kata Riyeon tertawa kecil.

“Aku harap tidak,” jawab Sora beranjak bangun. “Mian, sepertinya aku tidak bisa menemanimu makan siang. Ada scedule pemotretan hari ini.”

Gwaenchana, Sora-ya selamat bekerja,” ucap Riyeon seraya kembali memejamkan matanya, untuk beberapa jam kedepan dia berniat untuk tidur yang nyenyak lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.

“Jangan lupa event organizernya,” teriak Sora dari arah pintu apartemen.

Ne,” jawab Riyeon tetap memejamkan matanya berharap teman baiknya itu tidak mengulangi kesalahannya beberapa tahun silam.

–0O0–

 

Kyuhyun. Cho Kyuhyun, otak Sora berpikir cepat saat mengingat nama pemuda itu. Pemuda yang tampan dipuja-puja seantero negeri, pemuda yang memiliki suara emas itu yang akhir-akhir ini menghiasi harinya, dia tersadar kalau pemuda itu sama sekali belum menghubunginya. Apa dia terlalu sibuk?

Ia lalu mengalihkan pandangannya menatap beberapa properti untuk pemotretan kali ini. Sepertinya tema kali ini bisa ditebak tanpa harus menanyakannya langsung ke photografer karena tampak boneka dimana-mana. Boneka teddy bear berukuran besar berwarna coklat muda yang berada dipojok kursi menarik perhatiannya, ia lalu mengangkat dan memeluk boneka besar itu. Boneka teddy bear itu terasa sangat lembut dari tadi Sora selalu memeluknya.

Tiba-tiba ponsel didalam saku celananya berbunyi dan bibirnya tersenyum lebar menatap layar ponsel, dengan cepat dia menjawabnya.

Yoboseyo,” seru Sora.

“Sudah bangun Sora-chan?” sapa pemuda itu lembut. “Apa kegiatanmu hari ini?” tanyanya penuh perhatian.

“Seperti biasa pemotretan beberapa majalah dan syuting iklan,” jawab Sora lalu sedikit menjauhkan ponsel.

Terdengar suara bersin ditelepon. “Kau flu? Sudah berapa lama?” kali ini suara Kyuhyun terdengar sedikit panik.

“Baru tiga hari,”

“Sudah kedokter?”

“Belum. Aku benci dokter,” jawab Sora cepat.

Terdengar pemuda itu menarik napas. “Setidaknya kau harus memeriksakan kesehatanmu,”

“Hmm…” gumam Sora seraya memainkan ujung rambutnya.

“Banyak minum air hangat jangan lupa makan yang teratur,” ucap pemuda itu menasehati.

“Hmm…”

“Istirahat yang cukup,”

“Hmm…”

“Jangan lupa minum vitamin,”

“Hmm…”

Terdengar pemuda itu kembali menarik napas panjang. “Apa tidak ada jawaban selain hmm…?” tanya Kyuhyun ketus membuat Sora menahan tawa.

Arasseo, aku akan segera kedokter, banyak minum air hangat, akan makan yang teratur. Setelah selesai pemotretan bakal langsung pulang kerumah dan tidur. Ara?”

Good girl, ok selamat bekerja dan semoga lekas sembuh. Bye.” jawab Kyuhyun langsung memutuskan hubungan telepon.

Sora langsung menonaktifkan ponselnya lalu kembali menyimpan ponsel tersebut kedalam saku celana, sambil tersenyum sumringah dia berjalan menuju kearah Mr. Shimasu sambil mengangkat-angkat boneka teddy bear ditangannya.

Can i keep it? This teddy’s so warm and cute. Please,” ucap Sora panjang lebar berharap manajernya mengijinkan dia untuk membawa pulang properti pemotretan kali ini.

Mendengar ucapannya Mr. Shimasu hanya diam mematung tidak berkata apa-apa, lalu berjalan menjauhinya.

–0O0–

 

Pagi hari, Kyuhyun sedang bersandar disofa sambil membaca lembaran scedulenya hari ini, akan tetapi pikirannya sama sekali tidak memikirkan apa yang tertulis dilembaran putih yang sedang ada ditangannya itu. Sekarang ia mendongakkan kepalanya menatap langit-langit hotel lalu menutup mata sejenak. Merasakan keheningan sesaat setelah semua hyung-nya pergi jalan-jalan keliling Paris untuk yang terakhir kali karena besok pagi mereka harus kembali ke Seoul sedangkan dia harus terkunci di hotel karena masih ada beberapa scedule pekerjaan yang Menuntut harus dikerjakan. Kyuhyun kembali menarik napas panjang yang terkesan berat.

“Waeyo? Ada masalah?”

Kyuhyun tercekat, hampir saja dia melompat dari sofa. “Astaga, kapan Hyung datang? Sama sekali tidak terdengar suara pintu dibuka.”

Sungmin terkekeh pelan lalu melemparkan jaketnya kelantai, Ia lalu merebahkan dirinya dibagian sofa yang lain. “Baru saja, bosan rasanya mengikuti mereka berbelanja jadi aku pulang duluan. Oiya kelihatannya kau lagi bosan atau ada sesuatu yang menganggumu?”

Kyuhyun hanya diam, kembali memejamkan matanya. Sepertinya dia tidak ada niat untuk berbicara saat ini.

“Kau boleh berbicara kalau kau mau, atau kau mau diam saja,” ucap Sungmin semakin menenggelamkan tubuhnya disofa.

“Tidak ada yang spesial Hyung, aku hanya merasa sedikit tertekan dengan scedule yang ada, kadang aku merasa bosan dengan semua ini,” jawab Kyuhyun berat.

Sungmin memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun dengan ekspresi muka yang sedih lalu mengangkat jari telunjuk dan jari manis bersamaaan. “Scedulemu paling padat Kyuhyun-ah hwaiting. Oiya apa kau masih ingat dengan Haneul model mv kita yang kemarin? Dia selalu menanyakan kabarmu,”

Kyuhyun kembali diam berusaha mencerna kata-kata Sungmin barusan. Kim Haneul seorang aktris dari TOP Agency yang menjadi model untuk MV mereka beberapa waktu yang lalu, Haneul adalah seorang gadis yang sopan dan cantik, dia juga supel dan cepat sekali berbaur dengan semua member berbeda sekali dengan Sora yang sedikit tertutup.

”Sepertinya dia benar-benar tertarik padamu, apa dia tidak pernah menghubungimu?” tanya Sungmin penasaran.

Kyuhyun hanya diam kembali teringat beberapa waktu yang lalu Haneul pernah menghubunginya serta menyatakan perasaannya dan dia hanya diam tidak menanggapi kata-kata Haneul sama sekali. Bisa dibilang otaknya sekarang hanya terisi dengan satu nama saja. Sora.

Aniyo,”

Jinjja? Aku kira dia akan menghubungimu karena dua hari yang lalu dia menanyakan nomor ponselmu,” Jawab Sungmin sambil membetulkan posisi tidurnya. ”Terus, kalau Sora apa kau benar-benar tertarik padanya? Kulihat kau selalu menghubunginya,”

“Mm—-” jawab Kyuhyun bergumam tidak jelas. “Sepertinya aku sangat tertarik padanya, aku juga tidak mengerti kenapa, Hyung apa kau pernah mengalami seperti ini?”

Sungmin tertawa kecil menanggapi pernyataan polos tersebut lalu menutup kedua mukanya dengan bantal. “Kau beranjak dewasa Kyuhyun-ah.”

–0O0–

 

Sudah hampir seminggu Sora tidak bertemu dengan Kyuhyun, hubungan mereka hanya melalui ponsel maupun email yang kadang Sora terima. Tadi malam Kyuhyun mengirimkan beberapa fotonya saat berlibur disana, pipinya tampak sedikit tirus dan dia kelihatan sedikit lelah. Walaupun lelah tapi dia dan teman-temannya tampak bersemangat.

Di foto pertama nampak Heechul, Leeteuk, Donghae, dan Sungmin dengan kegilaan mereka saat melihat parade di disneyland resort Paris. Sora langsung menggelengkan kepala seraya tertawa kecil. Mereka gila.

Di foto kedua masih tetap dengan Heechul, Leeteuk, Donghae dan Sungmin yang sedang berpose dengan narsisnya disekitar pintu masuk Menara Eiffel, mereka sepertinya tidak memperdulikan pandangan orang-orang disekitar dan masing-masing tetap berpose dengan asiknya.

Di foto ketiga terlihat Kyuhyun yang sumringah dengan tangan yang membentuk pola hati dengan latar belakang Menara Eiffel yang menjulang tinggi, disampingnya Sungmin juga melakukan hal yang sama.

Di foto keempat lagi-lagi foto Kyuhyun, kali ini Kyuhyun duduk disebuah kursi kayu panjang disamping kiri dan kanannya terlihat Donghae dan Sungmin yang sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing. Sepertinya mereka bertiga tidak sadar waktu difoto? Sora kembali tertawa kecil.

Di foto selanjutnya tampak gambar sebuah istana kerajaan, seperti istana yang tidak dihuni sekarang tapi masih terawat. “Istana Versailles, bekas istana raja-raja Prancis” jelas Kyuhyun diemailnya.

Selain foto-foto, Kyuhyun juga mengirimkan satu video ketika dia sedang mengunjungi Museum di Paris.

”Karena Sora-chan begitu suka dengan hal-hal yang berbau seni, kali ini aku akan mengajakmu mengunjungi sebuah museum seni terbesar di Paris. Taraaaa…. Museum Louvre sebuah galeri seni dengan koleksi lukisan hampir 300.000 karya,” ucap Kyuhyun sambil mulai memasuki museum.

”Disini banyak sekali karya-karya dari pelukis dunia, mulai dari Titian, Raphael, bahkan sampai lukisan Leonardo Da Vinci ada disini,” Kyuhyun mengangguk pasti. “Benar sekali, lukisan Leonardo Da Vinci yang sangat terkenal itu dipajang disini Monalisa. Aku pikir kau mungkin sangat menyukainya,” ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah Monalisa.

Tanpa sadar Sora mengangkat tangan ikut memegang lukisan Monalisa dilayar, pelupuk matanya tampak sedikit berair. Terharu, ya dia terharu. Dari dulu ia selalu ingin mengunjungi Museum Louvre, museum yang penuh dengan hal-hal berbau seni dan memiliki arsitektur bangunan yang sangat mewah. Tujuannya hanya satu yaitu Monalisa, lukisan dari Leonardo Da Vinci yang sangat terkenal akan kemisteriusannya.

Sudah jangan terharu begitu, kurasa kau sekarang sedang menatap lekat lukisan ini dan mulai menangis,” ucap Kyuhyun tertawa kecil, membuat Sora yang menatap layar komputer juga ikut tertawa kecil. “Baiklah ini khusus untukmu. Semoga lain waktu kita bisa bersama-sama melihat lukisan ini,”

Ok, sepertinya sudah cukup untuk hari ini,” ucap Kyuhyun tersenyum manis ke-handycam. “Oiya Sora-chan bogoshipeo,”

ucap Kyuhyun  lagi-lagi memamerkan senyumnya membuat Sora memiringkan kepala. Bogoshipeo? Artinya apa? Bogoshipeo?

–0O0–

 

Sora duduk dipojok sebuah coffee shop kecil disekitar wilayah Gangnam, tempat yang tenang serta cukup sejuk dikelilingi pohon yang tidak begitu rindang. Dia menyandarkan kedua siku diatas meja sambil kedua punggung tangan menopang dagunya. Seperti sedang memikirkan sesuatu.

Ia memperhatikan seorang ibu sedang berjalan bersama anaknya, anak dan ibu tersebut terlihat sangat bahagia. Pandangan mereka bertemu sesaat lalu tanpa sadar Sora langsung tersenyum ia teringat pada ibunya di Jepang yang tiap hari selalu menyuruhnya untuk pulang. Tidak terasa hampir enam minggu dia menginjakkan kaki di Seoul, pada awalnya dia hanya berencana untuk mengurus galerinya saja, akan tetapi sekarang seperti terasa Seoul sudah menjadi kampung halaman kedua setelah Jepang baginya.

“Hei, sudah lama?”

Sora memalingkan wajahnya sesaat lalu tersenyum. “Aniyo. Bagaimana perjalananmu Kyuhyun-ssi? Aku agak terkejut waktu menerima pesan darimu tadi malam kukira kau masih di Paris”

Scedule dipercepat jadi aku bisa pulang lebih cepat daripada jadwal yang seharusnya,” jawab Kyuhyun menarik kursi tepat dihadapan Sora. “Sudah pesan makanan?”

Sora langsung menggeleng lalu kembali melamun.

Waeyo?”

“Hmmm— oh ya bagaimana jalan-jalan sambil kerjanya, apa menyenangkan,” ucap Sora antusias.

“Lelah,” ucap pemuda itu pendek. “Scedule sangat padat, waktu jalan-jalan hanya sebentar,”

Sora tertawa sambil menatap Kyuhyun dihadapannya. “Setidaknya kau sudah pernah kesana Kyuhyun-ssi, bersyukurlah karena tidak semua orang punya kesempatan kesana,”

Ne. Oh ya ini kubelikan khusus untukmu aku harap kau suka,” ucap Kyuhyun menyodorkan sekotak coklat.

Sora tersenyum sumringah, dengan cekatan dia membuka kotak tersebut. “Benar-benar enak. Gomawo Kyuhyun-ssi,”

“Oiya dan satu lagi tunggu sebentar,” ucap Kyuhyun beranjak menuju resepsionis.

Sora mengangkat wajah menatap binggung lalu kembali tersenyum lebar melihat benda berwarna coklat susu. “Untukku?” ucapnya disambut anggukan dari Kyuhyun. “Gomawo jeongmal gomawo,”

“Teddy bear ini sama persis dengan yang ku peluk pas pemotretan kemarin,” ucap Sora antusias.

Jinjja?”

Ne, sekali lagi terima kasih,” ucap Sora tulus. “Bagaimana kau bisa tau kalau aku sangat menginginkan boneka ini?”

Kyuhyun tersenyum mengingat bagaimana sampai akhirnya dia tau kalau Sora sangat menginginkan boneka itu. Terima kasih pada temannya Mr. Jang yang merupakan photografer pada pemotretan Sora kemarin yang selalu mengkabarinya setiap tingkah Sora di lokasi.

“Cuma menebak,” sahutnya sambil mengacak-acak rambut Sora lembut. “Sekarang kau mau makan apa Sora-chan?”

“Hya!” ucap Sora menepis tangan Kyuhyun dari kepalanya. “Aku minum lemon tea saja,”

“Apa kau sibuk nanti malam?”

“Aniyo, memangnya kenapa Kyuhyun-ssi?”

“Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar. Ada sesuati yang ingin kuperlihatkan,” jawab pemuda itu lalu menyeruput kopi espreso dicangkir.

–0O0–

 

Malam yang dingin mereka berjalan berdua menyusuri jalan setapak yang dikiri dan kanannya penuh pohon sakura yang sedang mulai berbunga. Sora langsung memeluk erat kedua tangannya didepan dada, hawa malam hari terasa dingin sangat menusuk.

“Kau kedinginan?” tanya Kyuhyun.

Aniyo,” Sora langsung menggeleng.

Kyuhyun langsung melepaskan jas hitam yang dikenakannya lalu menutupi tubuh Sora. “Tidak kedinginan apanya, kulihat kau selalu memeluk kedua tanganmu selain itu kau juga sedikit mengigil,”

“Gomawo Kyuhyun-ssi,” ucap Sora memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun.

“Udara malam memang paling bersih karena polusi udara sedikit berkurang,” Kyuhyun berjalan mendahului Sora lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan.

“Sakura tahun ini indah sekali, Kyuhyun-ssi apa kau tau arti dari bunga sakura?”

“Ketenangan dan perpisahan,” ucap Kyuhyun.

“Menurut kami orang Jepang, bunga sakura menyimbolkan tentang kebahagian dan kesedihan serta mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas kehidupan maupun kesedihan yang dialami,” jawab Sora seraya menempelkan kedua telapak tangan didada. “Selain itu sakura juga berarti kebalikan, bahwa didunia ini selalu ada hubungan kebalikan. Ada senang ada sedih, ada hidup ada mati,”

“Selain mengerti tentang seni kau juga ternyata sangat mengerti tentang budaya Sora-chan,” sahut Kyuhyun tersenyum manis. Yang lagi-lagi membuat Sora menahan napas.

Sora langsung memalingkan wajahnya yang memerah. “Di Jepang untuk menyambut bunga sakura biasanya kami mengadakan perayaan Hanami,”

“Hanami?”

Ne, biasanya kami sekeluarga merayakannya bersama-sama. Berjalan bersama-sama menyusuri tepi sungai atau taman bunga sakura, lalu berdoa sebentar setelah itu menikmati hidangan dibawah pohon bunga sakura. Tapi sayang sekali tahun ini aku tidak ikut merayakannya di Jepang karena masih ada beberapa scedule pekerjaan yang masih harus dikerjakan disini,” ucap Sora dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

“Baiklah. Kau tunggu sebentar disini jangan kemana-mana,” ucap Kyuhyun berlari cepat menyeberangi jalanan yang cukup lengang, sementara Sora hanya melongo binggung menatap punggung Kyuhyun yang makin menjauh.

–0O0–

 

Setengah jam berselang Kyuhyun datang dengan beberapa bawaan yang terlihat lumayan berat. Terlihat beberapa bungkusan plastik dikedua tangannya.

Mian, tadi sedikit antri di supermarket,”

“Kau sedang apa Kyuhyun-ssi?” ucap Sora binggung menatap Kyuhyun yang sedang sibuk menata alas tempat duduk tepat dibawah pohon sakura yang sedang mekar.

Kyuhyun hanya diam lalu berlari lagi menuju warung makan kecil tidak jauh dari taman.

“Apa lagi yang sedang kau bawa?” tanya Sora mengenyitkan keningnya.

“Termos air hangat bibi itu dengan senang hati meminjamkannya,” ucapnya kembali sibuk mengeluarkan dua bungkus ramen dan dua gelas kopi panas. “Cepat duduk jangan mematung disitu saja,” ucapnya langsung menarik lengan Sora.

“Kita sedang merayakan sesuatu?” tanya Sora makin binggung melihat Kyuhyun sibuk menyeduh mie ramen.

Step pertama yaitu jalan-jalan bersama menyusuri taman bunga sakura sudah kita laksanakan sekarang step kedua kau ingin meminta apa untuk tahun ini?” tanya Kyuhyun.

“Kita sedang merayakan hanami?” tanya Sora antusias. “Padahal baru saja tadi aku cerita tentang hanami dan sekarang kau sudah menyiapkan semuanya. Kau hebat!” ucap Sora mengacungkan kedua jempol tangannya.

“Cepat berdoa mumpung kita masih disini,” ucap Kyuhyun memejamkan matanya sesaat.

Bibir Sora tersenyum mengingat perjuangan Kyuhyun untuk menyiapkan hanami untuknya tahun ini. Kening pemuda itu penuh dengan peluh, rambutnya sedikit basah oleh keringat akan tetapi dia selalu menatapku dengan senyum yang menyejukkan. Tuhan apakah aku bisa berharap lebih darinya? ucap Sora dalam hati.

“Aku memang bukan keluargamu tapi sebagai temanmu tentu aku boleh ikut serta merayakannya,” ucap Kyuhyun menyodorkan semangkuk mie ramen panas. “Mian tahun ini perayaan hanami-nya sangat sederhana,”

Gwenchana ini sudah lebih dari cukup, semoga harapanmu maupun harapanku ditahun ini terwujud,” sahut Sora.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi dengan terpaksa ia merogoh saku celana, tampak nama Haneul sedang menghubunginya dan ia mengacuhkannya. Untuk yang kedelapan kalinya Haneul kembali menghubunginya, apakah ada sesuatu yang sangat penting? Batin Kyuhyun lalu memandang Sora.

“Mungkin penting coba dijawab saja,” ucap Sora berusaha tersenyum.

“Mian tunggu sebentar,” ucap Kyuhyun mengangguk lalu mengambil sedikit jarak.

Sora berusaha menyibukkan diri tidak tau kenapa dia tiba-tiba merasa tidak enak, dengan jarak tidak sampai satu meter ia masih dapat mencuri dengar dengan siapa Kyuhyun berbicara. Suara itu suara perempuan? Apa keperluan perempuan itu menelpon semalam ini?

Nugu?” ucap Sora tidak sadar berbicara. “Ahh– Mian aku tidak bermaksud ikut campur,”

“Haneul, dia minta dijemput dilokasi syuting. Karena mobilnya sedang mogok,” ucap Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sora segera merapikan isi tasnya yang berserakan. “Cepat jemput dia. Kasihan kalau menunggu terlalu lama dan terima kasih untuk hari ini,” ucapnya menundukan kepala.

Belum sempat Kyuhyun berbicara Sora langsung berucap. “Aku bisa pulang sendiri, cepatlah kau jemput dia Kyuhyun-ssi annyeong,” ucap Sora beranjak memanggil taksi.

hmmmm… kayany masi panjang nie ceritanya soalny ana yg bikin juga masi binggung ma endingny mo gimana 🙂

happy reading allllll…. muach….

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2011 in My Story

 

Tag:

[Lyric] Shinee in my room

lagu yang lagi-lagi sukses bikin gw nahan air mata, padahal arti dari lyricny ga sedih-sedih amat tapi entah kenapa saya yang denger bawaanya sediiih az.. 나도 몰라 -___-‘

Hangul-

잠들지 않는 밤에 눈을 감아
그녀를 떠올린다
아무것도 몰랐던 내가 너무 미워서
불을 키고 방을 둘러본다

희미하게 밝아오는 두 눈이 멈춘 곳
버리지 못했던 생일선물
그리고 너 그 모든 것

Cause you were my sun, the moon
내 전부였던 너 내 방에 있는
모든 것들이 널 그리워하나봐
널 위해 찾다 지쳐서 널 잠시 잊어도
숨겨놓은 우리의 추억이
가득 남아 cause you’re still in my room

삶이라는 바다를 헤매다 잃어버렸던 꿈들이
구석구석 녹아있는 책상 서랍
그 속에 숨겨놓고 있던 너
먼지 쌓인 상자 속엔 바래진 사진과
어린 맘이 담긴 편지들
그리고 너 그 모든 것

Cause you were my sun, the moon
내 전부였던 너 내 방에 있는
모든 것들이 널 그리워하나봐
널 위해 찾다 지쳐서 널 잠시 잊어도
숨겨놓은 우리의 추억이
가득 남아 cause you’re still in my room

버리고 또 버려도 기억은
너를 다시 불러 놓고
내 앞에 앉아서 웃고 있는
너를 이 곳에 가두려 하는데

Cause you were my sun, the moon
내 전부였던 너 내 방에 있는
모든 것들이 널 그리워하나봐
널 위해 찾다 지쳐서 널 잠시 잊어도
숨겨놓은 우리의 추억이
가득 남아 cause you’re still in my room

 

English-

I close my eyes in this sleepless night
And recollect my thoughts of you
I hate myself, who knew nothing
I turn on the lights and look around my room
My eyes come to a halt as I look at the dimly lit spot
Where I put that birthday present I didn’t throw away
and everything of you

Cause you were my sun, the moon
You were my everything and
Everything in my room seems to miss you
If I get tired putting myself in harm’s way to find you
and forget for a moment
our hidden memories still linger
cause you’re still in my room

Wandering the sea of life, all the lost dreams
are in the corners of my desk drawers
you were hidden within them
A picture of you I found in a box, under a layer of dust
A love letter filled with my young heart
and everything of you

Cause you were my sun, the moon
You were my everything and
Everything in my room seems to miss you
If I get tired putting myself in harms way to find you
and forget for a moment
our hidden memories still linger
cause you’re still in my room

Even if I throw it away,
again and again
I want to call you
and see you smiling in front of me
I want to keep you right here

Cause you were my sun, the moon
You were my everything and
Everything in my room seems to miss you
If I get tired putting myself in harms way to find you
and forget for a moment
our hidden memories still linger
cause you’re still in my room

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 11, 2011 in my song

 

Tag: